Scripta manent, verba volant (yang terucap akan hilang, yang tertulis akan abadi) *Pepatah Latin*

Subscribe

Selasa, 01 Maret 2016

Praktikum Asam Basa (SMA Nurul Jadid)

Welcome to my jungle (hahaha) yeah. This is the kingdom of Alaika Rahmatullah *woow.... affraid cak*

Pagi ini kita kita udah praktek tentang asam basa nih. Just for having fun. Gue mau bagi nih hasil praktikum kita tentang asam basa. ya sedikit sedikit bagi ilmu lah bang. Praktikum ini dibimbing oleh sang guru kimia paling sabar. Bahkan sampek sampek saking sabarnya siswa pun dibiarin tertidur -_- *haduhh* kasian. FYI nih, gue kasik tau hasil dokumentasi gue.
Antusias : Mr. Edi sedang menjelaskan tentang teori asam basa. (Image/alx)
Well. ini nih hasil praktikum gue.


Asam dan basa sudah dikenal sejak zaman dulu. Istilah asam (acid) berasal dari bahasa Latin acetum yang berarti cuka. Istilah basa (alkali) berasal dari bahasa Arab yang berarti abu. Basa digunakan dalam pembuatan sabun. Juga sudah lama diketahui bahwa asam dan basa saling menetralkan. Di alam, asam ditemukan dalam buah-buahan, misalnya asam sitrat dalam buah jeruk berfungsi untuk memberi rasa limun yang tajam. Cuka mengandung asam asetat, dan asam tanak dari kulit pohon digunakan untuk menyamak kulit. Asam mineral yang lebih kuat telah dibuat sejak abad pertengahan, salah satunya adalah aqua forti (asam nitrat) yang digunakan oleh para peneliti untuk memisahkan emas dan perak.
Pada tahun 1884, Svante Arrhenius (1859-1897) seorang ilmuwan Swedia yang memenangkan hadiah nobel atas karyanya di bidang ionisasi, memperkenalkan pemikiran tentang senyawa yang terpisah atau terurai menjadi bagian ion-ion dalam larutan. Dia menjelaskan bagaimana kekuatan asam dalam larutan aqua (air) tergantung pada konsentrai ion-ion hidrogen di dalamnya.
Menurut Arrhenius, asam adalah zat yang dalam air melepakan ion H+, sedangkan basa adalah zat yang dalam air melepaskan ion OH–. Jadi pembawa sifat asam adalah ion H+, sedangkan pembawa sifat basa adalah ion OH–. Asam Arrhenius dirumuskan sebagai HxZ, yang dalam air mengalami ionisasi sebagai berikut.
HxZ
⎯⎯→ x H+ + Zx–
Jumlah ion H+ yang dapat dihasilkan oleh 1 molekul asam disebut valensi asam, sedangkan ion negatif yang terbentuk dari asam setelah melepaskan ion H+ disebut ion sisa asam. Beberapa contoh asam dapat dilihat pada tabel 5.1.
Basa Arrhenius adalah hidroksida logam, M(OH)x, yang dalam air terurai sebagai berikut.
M(OH)x
⎯⎯→ Mx+ + x OH–
Jumlah ion OH– yang dapat dilepaskan oleh satu molekul basa disebut valensi basa. Beberapa contoh basa diberikan pada tabel 5.2.
 
Asam sulfat dan magnesium hidroksida dalam air mengion sebagai berikut.
H2SO4 ⎯⎯→ 2 H+ + SO42–
Mg(OH)2
⎯⎯→ Mg+ + 2 OH–




Share:

0 komentar:

Posting Komentar


Get this widget!

WAKTU

Total Tayangan Halaman

Flag Counter

Flag Counter

Ensiklopedia

Hasil penelusuran

Kontributor

Pengikut

Daftar Blog Saya

Top Comment

Visitors

Flag Counter