Scripta manent, verba volant (yang terucap akan hilang, yang tertulis akan abadi) *Pepatah Latin*

Subscribe

Kamis, 24 Maret 2016

Kumpulan Masalah Sains

Membatasi jumlah masalah yang tak terpecahkan dalam ilmu pengetahuan sama seperti menyuruh Sungai Missisipi yang luar biasa besar untuk mengalir melewati sebuah slang air kebun. Meski kita telah cukup menjelajahi beberapa masalah yang belum terpecahkan, masalah yang lain juga meminta perhatian dan usaha para ilmuwan. Beberapa di antaranya mungkin bersaing atau bahkan membayangi masalah - masalah kita.
Kumpulan masalah memuat dan membahas secara singkat beberapa masalah lain yang tak terpecahkan dalam sains. Informasi lebih lanjut megenai masalah ini serta masalah lainnya tersedia dalam beberapa sumber. Lihatlah sumber pustaka lebih lanjut di berbagai situs web resmi Ilmu Pengetahuan.

Masalah Fisika

Seperti apakah sifat cahaya ?”
 
(Sumber gambar : https://pixabay.com/static/upload/photo/2016/01/0)

Dalam beberapa kondisi percobaan, cahaya bersifat seperti gelombang, dan dalam percobaan-percobaan lain cahaya seperti partikel. Jadi, yang manakah cahaya ? bukan keduanya. Partikel dan gelombang adalah model-model sederhana yang mendekai sifat cahaya. Cahaya sebenarnya bukanlah partikel maupun gelombang. Cahaya adalah sesuatu lebih rumit daripada yang bisa digambarkan oleh model model sederhana itu.

“Seperti apakah keadaan di dalam lubang hitam ?”
 
(Sumber gambar : http://orig02.deviantart.net/068d/f/2013/197/b/4/intergalactic_by_misterpeopleperson-d6dtw93.jpg)
Lubang hitam, biasanya adalah inti bintang raksasa yang masih runtuh, setelah mengalami ledakan supernova. Lubang hitam begitu rapat. Sehingga sinar yang bergerak sangat cepat pun tak bisa keluar. Karena sifat lubang hitam yang sangat mampat, hukum-hukum fisika biasa tidak berlagu di bagian dalamnya. Lebih jauh lagi karena tak ada yang bisa keluar dari lubang hitam, tidak ada percobaan yang bisa dilakukan untuk menguji berbagai teori mengenai cara kerja bagian dalamnya.

“Ada berapa banyak dimensi di alam semesta, dan bisakah kita menemukan sebuah Teori Segalanya?”

Teori-teori fisika yang berusaha keluar dari model standar akhirnya menjelaskan jumlah dimensi seperti yang telah dijelaskan oleh “Teori Segalanya”. Meskipun demikian, jangan biarkan nama teorinya membuat Anda salah paham. Sementara Teori Segalanya akan memberikan suatu dasar pemahaman yang baik untuk memahami partikel-partikel dasar, maka sejumlah hal dalam daftar masalah-masalah tak terpecahkan emnunjukkan, bahwa teori seperti itu masih meninggalkan banyak pertanyaan penting dan menarik yang belum terjawab. Seperti halnya kematian Mark Twain, akhir dari ilmu pengetahuan yang disebabkan Teori Segalanya terlalu dibesar-besarkan.

Apakah perjalanan waktu itu mungkin?”

Dalam pemikiran teoritis, perjalanan waktu dimungkinkan oleh teori relativitas umum Einstein. Akan tetapi, manipulasi yang diperlukan pada lubang hitam dab kerabat teoritisnya, yaitu lubang cacing, membutuhkan energi yang luar biasa besar, yang pada dasarnya berada di luar jangkauan pengetahuan teknologi mutakhir kita. Untuk penjelasan singkat mengenai perjalanan waktu bacalah buku berjudul Hyperspace oleh Michio Kaku, Oxford Press, 1994 dan Vision oleh Michio Kaku, Anchor Books, 1997, atau situs Web http://mkaku.org

“Akankah gelombang gravitasi bisa dideteksi?”

Sejumlah observatorium sedang mencari bukti-bukti keberadaan gelombang gravitasi. Jika gelombang seperti itu ditemukan, vibrasi dalam serat kecil ruang-waktu akan menandakan kehancuran besar di alam semesta, seperti supernova, tumbukan lubang hitam, atau peritiwa yang saat ini belum diramalkan. Untuk rincian lebih jauh, bacalah buku “Ripples in Spacetime” (Riak dalam Ruang-Waktu) oleh W. Wayt Gibbs.

“Berapa umur proton?”
 
(Sumber gambar : http://fsrc.um.edu.my/images/afr/berita/BlueLogo.jpg)
Beberapa teori di luar model standar meramalkan luruhnya proton, dan sejumlah detektor telah dirancang untuk mendeteksi peluruhan itu. Meski belum ada proton yang terlihat luruh, batas terendah waktu paruh proton telah ditentukan sebesar 1032 tahun (1 diikuti 32 nol – lebih lama dari umur alam semesta). Bila detektor yang lebih sensitif telah tesedia, peluruhan proton mungkin bisa diamati atau batas terendah waktu paruh proton bisa dinaikkan.

”Mungkinkan superkonduktor suhu tinggi itu ada ?”

Superkonduktivitas terjadi ketika hambatan listirik dari sebuah materi menjadi nol. Di bawah kondisi itu, sebuah arus listrik yang mengalir di dalam material terus mengalir tanpa kehilangan energi yang menyertai aliran arus normal dalam material seperti kawat tembaga. Gejala superkonduktivitas ini pertama kali didemonstrasikan pada suhu sangat rendah (sedikit di atas suhu nol mutlak, -273o C atau -459o F). Pada tahun 1986, para peneliti bisa membuat materi menjadi superkonduktor di atas titik didih nitrogen (-196oC atau -320oF), komoditas yang sudah tersedia secara komersial. Selama mekanisme dasar gejala ini belum dipahami secara sempurna, penelitian terus berlanjut, denga n tujuan utama mencapai superkonduktivitas pada suhu ruangan, yang akan menurunkan kehilangan energi listrik.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar


Get this widget!

WAKTU

Total Tayangan Halaman

Flag Counter

Flag Counter

Ensiklopedia

Hasil penelusuran

Kontributor

Pengikut

Daftar Blog Saya

Top Comment

Visitors

Flag Counter